Studi Optimasi Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan pada Sistem Kelistrikan Pulau Nusa Penida Bali

Authors

  • Muhammad Fathoni Fikri Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • Raden Adhitya Ardiansyah R Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia
  • Chairul Hudaya Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia

Keywords:

PLTH, HOMER, NPC, COE, Emisi CO2

Abstract

Nusa Penida adalah pulau terbesar di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Pulau ini begitu indah dan salah satu tujuan wisata favorit. Luas wilayah Nusa Penida termasuk Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan adalah 202.840 hektar dengan total populasi 47.448 orang. Nusa Penida hanya memiliki satu sistem kelistrikan interkoneksi dalam sistem distribusi 20 kV, kebutuhan energi di sistem Nusa Penida pada 2018 adalah sebesar 44,530 MWh/tahun dengan beban puncak sebesar 8.7 MW. Beban ini dipasok oleh pembangkit diesel di Kutampi, total kapasitas terpasang 11,54 MW sedangkan kapasitas bersih 9,2 MW. Pemenuhan kebutuhan listrik dengan hanya bergantung pada satu sumber ini tentunya memiliki kekurangan, selain Biaya Pokok Penyediaan yang tinggi, penggunakan BBM tentunya tidak sejalan dengan target capaian bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025. Ada dua langkah yang sudah dilakukan dalam rangka memitigasi problematika di atas yaitu penyediaan Pembangkit EBT (PLTS dan PLTB) dan konstruksi sistem interkoneksi kabel bawah laut 20 kV Bali - Nusa Lembongan. Untuk kabel bawah laut gagal pada saat instalasi dan untuk pembangkit EBT yang terpasang tidak optimal. Makalah ini menyajikan Simulasi dan Analisa dengan menggunakan perangkat lunak HOMER untuk didaptkan scenario pembangkit hibrida yang memiliki kehandalan baik dan biaya pembangkitan yang optimal. Dari hasil simulasi dan optimasi didapatkan PLTH optimum untuk diterapkan di area studi adalah integrasi antara PLTB, PLTS dan PLTD. Pada Kondisi optimum ini optimisasi kapasitas sebesar 15.1 MW untuk PLTS, 4.9 MW untuk PLTB, 10.9 MWh untuk Baterai dan 5.1 MW untuk Konverter. COE mengalami penurunan setelah masuknya sistem PLTH yaitu menjadi 13.4 centUS/kWh. Sedangkan COE pada konfigurasi sistem eksisting (PLTD) adalah sebesar 19 cent/kWh 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Frankfurt School FS-UNEP Collaborating Centre for climate & Sustainable Energy Finance. Renewable Energy in Hybrid Mini-Grid and Isolated Grids: Economic Benefits and Busines Cases. Pages 22-23. 2015

A. A. Setiawan and C. V. Nayar, "Hybrid Power System for Maldives - Post Tsunami," presented at The First HOMER User Group Webcast hosted by National Renewable Energy Laboratory (NREL) - USA, 2006.

Fazelpour F, Soltani N, Rosen MA. Economic Analysis of standalone Hybrid Energy System for Application in Tehran, Iran. Sciendirecct International Journal of Hydrogen Energy. 2016; (in this case Vol.41, and page 7732-7743)

Ardin, Fadolly. Analisis Harga Jual Listrik dan Subsidi Listrik untuk Pembangkit Listrik Hibrida Dalam Skema Off-Grid. Tesis Magister. Depok: Universitas Indonesia; 2016

Herlina. Analisa Dampak Lingkungan dan Biaya Pembangkitan Listrik Tenaga Hibrida di Pulau Sebesi Lampung. Tesis Magister. Depok: Universitas Indonesia; 2009.

Nugroho, D. Optimisasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu dan Diesel Generator Menggunakan Software HOMER. Tesis Magister. Surabaya: ITS; 2011

Bhatt A, Kaushik I. Development Of An Optimized Hybrid System Based On PV And Biomass. International Journal for Research in Applied Science & Engineering Technology (IJRASET). 2016; (Volume 3 Issue VI)

Published

2019-01-27

How to Cite

[1]
M. F. Fikri, R. A. A. R, and C. Hudaya, “Studi Optimasi Pembangkit Listrik Berbasis Energi Terbarukan pada Sistem Kelistrikan Pulau Nusa Penida Bali”, SENTER, pp. 265-275, Jan. 2019.