Peningkatan Budidaya Udang Galah Melalui Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Air Secara Otomatis Berbasis IoT

  • Ridwan Solihin Politeknik Negeri Bandung/Jurusan Teknik Elektro
Keywords: Aktuator, Internet of Things, Kualitas Air, Sensor

Abstract

Terdapat beberapa faktor yang menghambat pertumbuhan budidaya udang, salah satunya adalah penerapan teknologi yang kurang, Teknologi yang sudah ada, sistem pemantau dan pengendaliannya masih terbatas. Penulis mengusulkan sistem pemantau dan pengendalian kualitas air secara otomatis meliputi DO, suhu dan pH air dengan dengan mikrokontroler secara real time berbasis Internet of Things yang diintegrasikan dengan website dan aplikasi pada smartphone. Sistem ini juga dilengkapi dengan aerotor,pompa cairan basa,sistem pemanas dan pendingin air. Berdasarkan pengukuran dan simulasi sistemselama satu bulan dengan udang Galah, sistem dapat menjaga suhu air pada rentang 25 -27 derajat celcius, pH air 6,8 - 7,5 dan kadar Oksigen 5-7 mg/L dengan menghasilkan survival rate 90 persen pada padat tebar 20 ekor udang dengan luas media pembesaran 0,32 m2.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Munady, “Potensi Industri Udang Hadapi Tiga Masalah Besar,” Online. [Online].Available: http://www.pikiranrakyat.com/ekonomi/2015/10/22/347016/potensiindustri-udang-hadapi-tiga-masalah-besar.

M. Fatuchri, S. Direktur, J. P. Budidaya, D. Kelautan, and D. Perikanan, “PENINGKATAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PERIKANAN (The improvement of fish culture technology),” J. ikhtiologi Indonesia., vol. 2, no. 2, pp. 61–66, 2002.

Anonim, “6 Langkah Membangun Bisnis Budidaya Udang Galah,” Online, 2017.[Online].Available: http://www.infoagribisnis.com/2017/10/budidaya-udanggalah/.

K. Indriawati, “Pembuatan Modul Kontrol Kualitas Air Tambak Udang Sebagai Sarana Pembelajaran Perbaikan Teknik Budidaya Udang,” pp. 70–89, 2008.

Y. M. Sambora, “Pemantauan Kualitas Air Pada Budidaya Udang Berbasis Atmega328 Yang Terkonfigurasi Bluetooth Hc-05,” no. 13507134029, 2016.

N. Umar and M. Ahyar, “Implementasi Sistem Pakar pada Distributed Sensor Network Untuk Pemantauan Suhu , Keasaman dan Salinitas pada Budidaya Udang Windu,” pp. 53– 60, 2012.

G. Wiranto and I. D. P. Hermida, “Pembuatan Sistem Pemantauan Kualitas Air Secara Real Time Dan Aplikasinya Dalam,” Teknol. Indones., vol. 33, no. 2, pp. 107–113, 2010.

E. D. Agustiningsih, “Perancangan Perangkat Pemantauan Kualitas Air Pada Kolam Budidaya,” pp. 1–15, 2010.

I. Nur, “Pengendalian Sirkulasi Dan Pengukuran Ph Air,” 2017.

A. Giyanto, “BlumbangReksa, Detektor Air Peningkat Produktivitas Tambak UdangVaname,”2015.[Online].Available: http://jogjadaily.com/2015/05/blumbangreksadetektor-air-peningkat-produktivitas-tambak-udang-vaname/.

Y. Y. Maulana, G. Wiranto, and D. Kurniawan, “Online Pemantauan Kualitas Air pada Budidaya Udang Berbasis WSN dan IoT Online Water Quality Pemantauan In Shrimp Aquaculture Based On WSN and IoT,” Inkom, vol. 10, no. 2, pp. 81–86, 2016.

P. Kusrini, G. Wiranto, I. Syamsu, and L. Hasanah, “Sistem Pemantauan Online Kualitas Air Akuakultur untuk Tambak Udang Menggunakan Aplikasi Berbasis Android,” J. Elektron. dan Telekomun., vol. 16, no. 2, p. 25, 2016.

H. Muttaqien, Peluang Usaha Budidaya Udang Galah. Bandung: Penerbit Titian Ilmu, 2009.

D. Kredit and B. P. R. Umkm, “( Pola Pembiayaan Syariah ) BANK INDONESIA,” no. 21, 2014.

B. A. Murtijo, Budidaya Udang Galah : Sistem Monokultur. Yogyakarta: Karnisius, 1992.

A. Bhatnagar and P. Devi, “Water quality guidelines for the management of pond fish culture,” Int. J. Environ. Sci., vol. 3, no. 6, pp. 1980–2009, 2013.

C. E. Boyd, Water Quality for Pond Aquaculture. Alabama: Department of Fisheries and Allied Aquacultures Auburn University, 1998.

M. H, Sutopo, and S, Budidaya Udang Galah. Sukabumi: Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), 2004.
Published
2020-03-20
How to Cite
[1]
R. Solihin, “Peningkatan Budidaya Udang Galah Melalui Pemantauan dan Pengendalian Kualitas Air Secara Otomatis Berbasis IoT”, SENTER, pp. 275-286, Mar. 2020.
Section
Articles
View Counter
Abstract viewed 11 times
pdf (Bahasa Indonesia) 6 times